Institut Agama Islam Qamarul Huda Bagu telah melaksanakan tes wawancara bagi mahasiswa calon penerima program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) pada Sabtu, 10 September 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi.
Dalam pelaksanaannya Warek lll yakni Lalu Suryandi, M.Pd., menjelaskan bahwa proses penerimaan mahasiswa KIPK dilakukan melalui beberapa tahapan hingga nantinya sampai pada proses verifikasi dan penetapan penerima. Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Regulasi telah disiapkan oleh kampus sebagai bagian dari persiapan menjadi kampus penyelenggara KIPK. Dari tim KIPK sendiri, kami memiliki beberapa sistem rekrutmen. Pada proses sebelumnya, rekrutmen dilakukan secara online melalui grup mahasiswa baru. Kami menyampaikan kepada mahasiswa baru agar mendaftar melalui jalur KIPK pada masa pendaftaran awal. Setelah proses pendaftaran selesai, kami melakukan pengecekan administrasi terhadap seluruh pendaftar, termasuk kelengkapan data dan persyaratan. Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, kami kemudian mengumumkan calon penerima untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya." Jelasnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kuota yang diberikan pemerintah kepada kampus melalui jalur afirmasi dan rekomendasi adalah sebanyak 50 orang, sedangkan mahasiswa yang mengikuti tes berjumlah 70 orang. Karena itu, proses seleksi tetap dilakukan untuk menentukan mahasiswa yang memenuhi kriteria dan berhak menerima KIPK sesuai dengan kuota yang tersedia.
Program KIPK ini bukan hanya menjadi bentuk bantuan finansial saja, tetapi juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih fokus dalam menjalani proses perkuliahan dan meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik.
Melalui program inilah IAIQH Bagu berharap mahasiswa penerima KIPK dapat memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sebaik-baiknya, meningkatkan prestasi kejenjang nasional maupun internasional, serta aktif berkontribusi dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan. (Mustika/Rani/Inung)