Berita

Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana dan 7th Studium Generale Pascasarjana IAIQH: Membangun Tradisi Riset yang Berkualitas dan Berdampak

16 Sep 2026 Admin IAIQH views
Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana dan 7th Studium Generale Pascasarjana IAIQH: Membangun Tradisi Riset yang Berkualitas dan Berdampak

 

 

Institut Agama Islam Qamarul Huda (IAIQH) Bagu kembali menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru dan 7th Studium Generale Pascasarjana IAIQH Tahun Akademik 2026 pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pascasarjana IAIQH ini menjadi bagian dari agenda akademik dalam menyambut mahasiswa baru sekaligus memperkuat budaya akademik dan tradisi riset di lingkungan Pascasarjana IAIQH.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor IAIQH Bagu, Dr. H. Muhammad Ahyar, M.Si., Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana, Dekan/Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah, dan Dekan Fakultas Syariah. Turut hadir 11 mahasiswa baru serta mahasiswa Pascasarjana semester 2, 3, dan 4, beserta para alumni Pascasarjana IAIQH.

 

Mengangkat tema “The Outpouring of Research in Islamic Studies: Creating Massive Impact, Enriching Knowledge, and Enlightening Civilization”, Studium Generale kali ini menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Sa’i, M.Ag., Sekretaris Kopertais XIV Mataram sekaligus Guru Besar pada bidang Tafsir Kontemporer Indonesia di UIN Mataram, sebagai narasumber utama.

 

Dalam sambutannya, Rektor IAIQH Bagu menyampaikan bahwa Studium General merupakan salah satu kegiatan rutin akademik yang memiliki peran penting dalam memperluas wawasan keilmuan mahasiswa, khususnya dalam membangun semangat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Rektor juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Prof. Dr. Muhammad Sa’i, M.Ag., yang telah berkenan hadir di tengah kesibukannya. Kehadiran beliau di IAIQH bukanlah yang pertama, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari jalinan akademik dan silaturahmi yang telah terbangun antara IAIQH dan UIN Mataram.

 

Dalam sesi utama, Prof. Dr. Muhammad Sa’i, M.Ag. menyampaikan materi bertajuk “Membangun Tradisi Riset: Berkualitas, Presisi, Integratif, dan Berdampak; Arsitektur Pengetahuan untuk Pencerahan dan Kemaslahatan.” Dalam pemaparannya, Ia menegaskan bahwa penelitian tidak semata-mata merupakan kewajiban akademik, tetapi juga bagian dari ikhtiar ilmiah untuk membedah dan memahami makna yang terdapat di balik teks maupun realitas kehidupan.

 

Menurutnya, seorang peneliti harus mampu melihat persoalan secara kritis dan menemukan masalah penelitian melalui pembacaan yang luas terhadap berbagai artikel, jurnal, serta perkembangan kajian keilmuan. Penelitian yang baik, harus bertumpu pada data dan realitas yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga hasil penelitian tidak berhenti pada tataran teoritis, tetapi mampu memberikan kontribusi terhadap kehidupan masyarakat.

 

Lebih lanjut, Prof. Dr. Muhammad Sa’i mengajak mahasiswa untuk mampu menjawab berbagai tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, manusia dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mempertahankan keunggulan manusia melalui kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas, kedalaman analisis, dan kemampuan menghasilkan pengetahuan yang bermakna.

 

Menutup pemaparannya, Prof. Dr. Muhammad Sa’i, M.Ag. menegaskan, “Penelitian yang ideal bukan sekadar selesai, terbit, dan tersimpan rapi di perpustakaan. Ia harus presisi dalam menemukan masalah, tepat dalam pendekatannya, dan berdampak nyata dalam kehidupan manusia.” Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi mahasiswa Pascasarjana IAIQH agar menjadikan penelitian bukan hanya sebagai tuntutan akademik, tetapi sebagai sarana membangun pengetahuan, memberikan solusi atas persoalan kehidupan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

 

Kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru dan 7th Studium Generale Pascasarjana IAIQH ini diharapkan dapat menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk membangun karakter akademik, memperkuat tradisi riset, serta menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan memiliki tanggung jawab sosial. Dengan tradisi penelitian yang berkualitas, presisi, integratif, dan berdampak, Pascasarjana IAIQH diharapkan terus melahirkan insan akademik yang mampu memperkaya khazanah keilmuan Islam sekaligus berkontribusi bagi pencerahan dan kemajuan peradaban. (Diah/Rani/Inung)

Bagikan: