Dalam rangka memperluas wawasan dan memperkuat pemahaman tentang transformasi pendidikan serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan ini menjadi salah satu kolaborasi antara PD-PGMI Indonesia Wilayah VI dengan Prodi PGMI IAIQH Bagu sebagai wadah dalam memperluas wawasan, pengetahuan serta menjadi tindak lanjut MoA dengan kampus Institut Darul Quran dan Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah bersama HMPS PGMI Institut Agama Islam Qamarul Huda sukses melaksanakan Webinar Nasional yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Webinar dengan tema "Transformasi Pendidikan Modern: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Mewujudkan Generasi yang Humanis, Moderat, dan Berkarakter." Diikuti oleh 151 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari guru, dosen, serta mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Acara yang ini dipandu langsung oleh bapak Wiranda Bayu Aditama, M.Pd., selaku dosen PGMI IAIQH Bagu, serta Ketua Koordinator Wilayah VI Persatuan Dosen Indonesia sekaligus sekertaris Prodi PGMI IAIQH yakni ibu Aenullael Mukaromah, M.Pd yang bertindak sebagai keynote speaker.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PGMI yakni ibu Dyah Afifah Andari, M.Pd. Dalam sambutannya, Kaprodi menegaskan bahwa tema ini sangat relevan dengan visi PGMI dalam mencetak calon guru MI/SD yang tidak hanya profesional secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan hati.
Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep Kurikulum Berbasis Cinta sebagai cara pandang baru atas pendidikan yang tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga pada kasih sayang, empati, dan kemanusiaan. Dengan menghadirkan dua narasumber inspiratif bapak Muhammad Fauzan Muttaqin, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Darul Qur'an, serta Erlisa Devy Rinjani, M.Pd., Sekertaris Prodi PGMI Universitas Wahid Hasyim sebagai narasumber kedua.
Muhammad Fauzan Muttaqin, M.Pd., selaku pemateri pertama memaparkan bahwa Kurikulum berbasis cinta yang memiliki tiga pilar utama yakni cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama manusia dan alam, serta cinta kepada ilmu pengetahuan. Implementasinya di sekolah dapat dimulai dari hal sederhana seperti doa penuh kasih, pembelajaran yang memanusiakan, dan penilaian tanpa label negatif.
Dalam materinya, narasumber kedua yakni Erlisa Devy Rinjani, M.Pd., menekankan pentingnya peran guru sebagai figur cinta. Guru yang moderat adalah guru yang mengajarkan toleransi bukan hanya di buku, tapi di sikap, serta tidak membedakan siswa, tidak memarahi dengan kebencian, dan mendidik dengan keteladanan.
Antusiasme peserta terlihat sangat luar biasa dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh kehangatan.
Dengan terselenggaranya webinar ini, Prodi PGMI IAIQH Bagu berharap seluruh mahasiswa dan seluruh peserta dapat menjadi agen transformasi pendidikan modern yang lebih ramah, humanis, dan berkarakter. (Tika/Rani/Inung