Berita

Pengakraban HMPS PAI dan HMPS PBA IAIQH Bagu Perkuat Ukhuwah dan Solidaritas Mahasiswa

03 Oct 2026 Admin IAIQH views
Pengakraban HMPS PAI dan HMPS PBA IAIQH Bagu Perkuat Ukhuwah dan Solidaritas Mahasiswa

 

Lombok Utara, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) Institut Agama Islam Qamarul Huda (IAIQH) Bagu melaksanakan kegiatan pengakraban mahasiswa di Pantai Klui, Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Solidaritas, dan Membangun Generasi PAI dan PBA yang Aktif, Inspiratif, serta Berintegritas.” Kegiatan pengakraban ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya mempererat hubungan antarmahasiswa sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kemahasiswaan di IAIQH Bagu.

Kegiatan diawali dengan ceremonial bersama antara HMPS PAI dan HMPS PBA. Ceremonial tersebut menjadi momentum silaturahmi dan kebersamaan antarmahasiswa dari kedua program studi sebelum masing-masing himpunan melanjutkan rangkaian kegiatan pengakraban sesuai dengan agenda yang telah dipersiapkan.

Meskipun kegiatan pengakraban lebih diarahkan kepada mahasiswa baru, kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai semester. Keterlibatan mahasiswa lintas semester memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk berinteraksi dan membangun komunikasi dengan mahasiswa yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan perkuliahan di IAIQH Bagu.

Interaksi tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa baru dalam mengenal lingkungan kampus, membangun relasi, serta menumbuhkan rasa kekeluargaan sejak awal menjalani kehidupan akademik. Kehadiran mahasiswa dari berbagai semester juga menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana kemahasiswaan yang terbuka, komunikatif, dan saling mendukung.

Setelah ceremonial bersama selesai, HMPS PAI dan HMPS PBA melanjutkan kegiatan pengakraban secara terpisah sesuai dengan rangkaian kegiatan masing-masing. Meskipun pelaksanaan kegiatan selanjutnya berlangsung secara terpisah, semangat yang dibangun tetap mengarah pada penguatan ukhuwah, solidaritas, dan kekompakan mahasiswa di lingkungan IAIQH Bagu.

Kegiatan pengakraban tidak hanya menjadi sarana untuk menciptakan suasana yang lebih santai di luar lingkungan perkuliahan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengenal dan membangun komunikasi. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarmahasiswa serta mendukung terciptanya kehidupan kemahasiswaan yang harmonis.

Hadir dalam kegiatan tersebut dua dosen IAIQH Bagu, yakni Madian Fitri Salma, M.Pd. dan Aenullael Mukarromah, M.Pd. Kehadiran dosen menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan sekaligus memberikan ruang bagi terjalinnya komunikasi yang lebih dekat antara mahasiswa dan dosen.

Kehadiran dosen dalam kegiatan kemahasiswaan juga menunjukkan bahwa pembinaan mahasiswa tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran di dalam kelas. Aktivitas kemahasiswaan menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang mampu berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, dan berorganisasi secara baik.

Bagi mahasiswa baru, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat kehidupan kampus dan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai semester. Sementara bagi mahasiswa yang lebih senior, keterlibatan dalam kegiatan menjadi bagian dari kontribusi dalam menciptakan suasana kekeluargaan serta membantu membangun kedekatan dengan mahasiswa baru.

Kegiatan pengakraban tersebut diharapkan dapat menjadi momentum awal dalam membangun hubungan yang lebih erat antarmahasiswa PAI dan PBA. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui ceremonial bersama maupun kegiatan masing-masing HMPS diharapkan dapat terus diwujudkan dalam berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, HMPS PAI dan HMPS PBA IAIQH Bagu diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan kehidupan kemahasiswaan yang aktif, harmonis, dan produktif. Ukhuwah dan solidaritas yang dibangun melalui kegiatan pengakraban diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berkembang dalam berbagai aktivitas organisasi dan kehidupan kampus. (Rani/Inung)

Bagikan: